Monday, July 16, 2018

Fungsi dan Struktur Politik Mata Kuliah Sosial dan Politik

1.      Pengertian Struktur Politik

       Struktur politik adalah susunan komponen-komponen politik yang saling berhubungan satu sama lain atau secara fungsional diartikan sebagai pelembagaan hubungan antara komponen-komponen yang membentuk sistem politik. Struktur politik suatu negara menggambarkan susunan kekuasaan di dalam negara itu.

Struktur politik Indonesia diatur dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, yang secara garis besar terdiri atas suprastruktur dan infrastruktur politik. Berdasarkan kategori lain, struktur politik dibagi atas struktur politik formal dan struktur politik informal.

Umumnya struktur yang dimiliki oleh suatu sistem politik terdapat beberapa kategori seperti, kelompok kepentingan, partai politik, badan peradilan, dewan eksekutif, legislative, birokrasi dsb. Akan tetapi struktur tersebut tidak banyak membantu dalam memperbandingakan satu system politik yang satu terhadap system politik yang lainnya terkecuali struktur politik tersebut berjalan beriringan dengan fungsi dari system politik itu sendiri, atau dengan lain kata struktur dapat efektif dan tertata sejauh fungsinya sesuai dengan system politik yang ada.

2.      Fungsi Politik

      Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi
apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik,
yaitu struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat, sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik,
yaitu struktur politik pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan.
 Adapun fungsi politik, yaitu :
         a.Perumusan kepentingan
         b.Pemaduan kepentingan
         c.Pembuatan kebijakan umum
         d.Penerapan kebijakan
         e.Pengawasan pelaksanaan kebijakan

Fungsi Politik yang lain
      Apabila kita bisa mengetahui bagaimana bekerjanya suatu keseluruhan system, dan bagaimana lembaga-lembaga politik yang terstruktur dapat menjalan fungsi barulah analisa perpandingan politik dapat memiliki arti. Lembaga politik mempunya tiga fungsi sebagaimana yang telah digambarkan sebagai berikut :
a)      Sosiolisasi Politik
Merupakan fungsi untuk mengembangkan dan memperkuat sikap-sikap politik di kalangan penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, dan yudisial tertentu. Obyek sasaran dari sosialisasi politik adalah keseluruhan masyarakat, lembaga infrastruktur politik (interest group, partai politik), dan lembaga suprastruktur politik (legislative, eksekutif dan yudikatif). Lembaga yang dipergunakan dalam melaksanakan fungsi sosialisasi politik ini adalah banyak menggunakan lembaga masyarakat, lembaga ini meliputi antara lain; Lembaga Keluarga, sekolah, Gereja, Institusi pemerintah atau swasta, media komunikasi dan institusi lainnya.

b)      Rekruitmen politik
Merupakan fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri untuk jabatan tertentu, pendidikan, dan ujian. Masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban menjadi obyek dalam rekruitmen politik adalah seluruh masyarakat Indonesia yang sah sebagai warga negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Mekanisme Rekruitmen Politik
         Pemilihan Umum
         Fit and Propertest
         Seleksi CPNS

c)      Komunikasi politik
Merupakan jalan mengalirnya informasi melalui masyarakat dan melalui berbagai struktur yang ada dalam system politik. Menurut Ilmuwan Komunikasi, Pembagian Teori Komunikasi dalam beberapa konsep disesuaikan dengan Sistem Politik yang berlaku pada negara yang bersangkutan. W. L. Rivers, W. Schramm dan C. G. Cristians dalam bukunya “Responsibility in Mass Communications” membagi dalam tiga konsep, yaitu :
          Authoritharianism
          Liberitarianism
          Social Responsibility Theory
Contoh peran serta dalam sistem politik
Cara-cara yang umum yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi atau peran serta dalam melakukan partisipasi politik adalah:
1.      Memberikan suara dalam pemilu
2.      Terlibat dalam kampanye
3.      Diskusi Politik
4.      Komunikasi individual dengan pejabat politik / administrative
5.      Demonstrasi. Dll

HUKUM KEKUASAAN DAN WEWENANG
1.      Pengertian hukum dan wujudnya
Hukum merupakan peraturan-peraturan dan larangan-larangan yang bentuknya tertulis maupun tidak tertulis, dibuat oleh penguasa yang berwenang untuk mengurus tata tertib suatu masyarakat yang harus ditaati agar kehidupan masyarakat terjamin keamanan dan ketertibannya. Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa , serta memilki sanksi bagi yang melanggarnya.
Penggolongan Hukum
1.      Hukum menurut Bentuknya
a)      Hukum tertulis adalah hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundangan. Hukum tertulis dapat merupakan hukum tertulis yang dikodifikasikan dan hukum tertulis yang tidak dikodifikasikan.
b)      Hukum tak tertulis adalah hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis. Hukum tak tertulis juga disebut hukum kebiasaan. Hukum tidak tertulis ditaati seperti suatu peraturan perundangan.

2.      Hukum menurut Tempat Berlakunya
a)      Hukum nasional adalah hukum yang berlaku dalam suatu negara.
b)      Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.
c)      Hukum asing adalah hukum yang berlaku di negara lain.
d)      Hukum lokal adalah hukum yang berlaku di suatu daerah atau wilayah tertentu.

3.      Hukum menurut Sumbernya
a)      Undang-undang adalah hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan.
b)      Hukum kebiasaan adalah hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan kebiasaan.
c)      Hukum traktat adalah hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antarnegara.
d)      Hukum yurisprudensi adalah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.
4.      Menurut wujudnya hukum dibedakan menjadi dua, yaitu :
a)      Hukum Obyektif,hukum suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu. Contoh: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
b)      Hukum Subyektif, merupakan hukum yang timbul dari hubungan obyektif dan berlaku bagi seseorang tertentu atau lebih. Contoh: Kitab Undang-Undang Hukum Militer

5.      Hukum menurut Isinya
a)      Hukum privat adalah kumpulan hukum yang mengatur hubungan-hubungan antarorang dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Hukum privat juga disebut hukum sipil. Contoh: KUH Perdata dan KUH Dagang.
b)      Hukum publik adalah kumpulan hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara negara dengan alat perlengkapannya atau antara negara dengan perorangan. Hukum publik bertujuan untuk melindungi kepentingan umum. Hukum publik juga disebut hukum negara.

6.      Hukum menurut Sifatnya
a)      Hukum yang memaksa adalah hukum yang dalam keadaan bagaimana pun juga harus dan mempunyai paksaan mutlak. Contoh: hukum pidana
b)      Hukum yang mengatur adalah hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian. Contoh: hukum dagang.

2.      Wewenang
Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. Dasar dari wewenang adalah hukum. Indonesia sebagai negara yang berasaskan konstitualisme, yang berati semua tindakan negara dan pemerintah, haruslah sesuai atau berlandaskan kepada konstitusi. Undang-undang dan hukum yang dibuat sebagai pelaksanaan yang harus mencerminkan isi dari konstitusi tersebut. Peraturan telah membentuk proses kewenangan sehubungan dengan kepatuhan masyarakat yang sesuai dengan peraturan-peraturan sebuah hukum.

3.      Pengertian Kekuasaan dan Sifatnya
Kekuasaan berarti suatu kemampuan yang melekat pada seseorang yang digunakan untuk mendapatkan sesuatu sesuai cara yang dikehendaki. Dalam hal ini kekuasaan seorang pemimpin memerlukan basis kekuasaan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain.

Dalam arti tertentu kekuasaan itu bersifat abstrak yaitu kekuasaan merupakan sesuatu yang tak tampak dengan mata. Kekuasaan hanya suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu bentuk hubungan antara manusia yaitu mempengaruhi dan menaati.
Hakekat Kekuasaan
Aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah bahwa kekuasaan tersebut merupakan fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B terhadap A maka makin besar kekuasaan yang dimiliki A terhadap B.
Saluran-saluran Kekuasaan
Apabila dilihat dalam masyarakat, maka kekuasaan di dalam pelaksanaannya melalui saluran-saluran, sebagai berikut :
1.      Saluran Militer
2.      Saluran Ekonomi
3.      Saluran Politik
4.      Saluran Tradisional
5.      Saluran Idiologi

BIROKRASI
Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.
Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan.

Ciri-ciri birokrasi
1.Adanya pelaksanaan prinsip-prinsip organisasi dengan sepenuhnya;
2.Adanya peraturan yang benar-benar ditaati;
Para pejabat bekerja dengan penuh perhatian menurut kemampuan masing-masing (sense of belonging);
1.Para pejabat terikat oleh disiplin;
2.Para pejabat diangkat berdasarkan syarat-syarat teknis berdasarkan peraturan (meryt system);

    Adanya pemisahan yang tegas antara urusan dinas dan urusan pribadi.
Birokrasi juga dimaksudkan untuk mengorganisir secara teratur suatu pekerjaan yang dilakukan banyak orang,
birokrasi adalah tipe dari suatu organisasi untuk mencapai tugas-tugas administrasi besar dengan cara mengkoordinasi secara sistematis
atau teratur pekerjaan dari banyak orang. Birokrasi sebagai suatu sistem kerja dimaksudkan sebagai sistem kerja yang berdasarkan atas tata hubungan
kerja sama antara jabatan-jabatan secara langsung mengenai persoalan yang formil menurut prosedur yang berlaku dan tidak adanya rasa sentimen
tanpa emosi atau pilih kasih, tanpa pamrih dan prasangka.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Sunday, July 8, 2018

Apa itu HPH, PDB, dan PBB Mata Kuliah Perpajakan


Nama : Dionisius Hendry Gunawan
Nim : 2015120090
Mata Kuliah : Perpajakan
Tugas UAS
Dosen Pengampu : SUBIANTO.,Drs.,MM

1.  Untuk mengetahui Wajib Pajak pemegang HPH/HPHH/IPK sebagaimana dimaksud butir 2 huruf a dan huruf b diminta kepada?
Jawab.
Saudara untuk membuat daftar Wajib Pajak pemegang HPH/HPHH/IPK yang telah membebankan DJR sebagai biaya pada tahun pajak dimana DJR disetorkan dan tidak dikoreksi oleh KPP yang bersangkutan dan Wajib Pajak pemegang HPH/HPHH/IPK yang tidak membebankan DJR sebagai biaya pada tahun pajak di mana DJR tersebut dikeluarkan dan Wajib Pajak yang telah membebankan DJR sebagai biaya tetapi telah dikoreksi oleh KPP yang bersangkutan.
2.         Produk Domestik Bruto diartikan sebagai ?
Jawab.
Nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
  
3.         Hak Pengusahaan Hutan (HPH) adalah?
Jawab.
            Izin yang diberikan untuk melakukan pembalakan mekanis diatas hutan alam yang dikeluarkan berdasarkan Peraturan pemerintah No 21 Tahun 1970 tentang Hak Pengusahaan Hutan dan Hak Pemungutan Hasil Hutan. Pada waktu yang bersamaan, sistem budaya hutan disempurnakan melalui penerbitan Pedoman Tebang Pilih Indonesia, yang kemudian disempurnakan lagi menjadi Tebang Pilih Tanam Indonesia.Pada tahun 1969 sampai 1974, sekitar 11 juta hektar konsesi Hak Pengelolaan Hutan (HPH) diberikan hanya disatu Provinsi, yaitu Kalimantan Timur. Produksi kayu bulat melonjak menjadi 28 juta meter kubik. Sekitar 75 persen diantaranya eksport.
4.         Sebutkan Hak-Hak Yang Dimiliki Oleh Wajib PBB?
Jawab
a. Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB
Jika wajib pajak tidak sanggup / tidak mampu membayar PBB dengan alasan seperti tidak mampu, dan lain sebagainya dapat memohon pengurangan ke KPBB atau KPP Pratama. Surat permohonan pengurangan Pajak disampaikan selambat-lambatnya 3 bulan sejak diterima SPPT PBB. Jika dalam 3 bulan sejak permohonan pengurangan diterima belum ada jawaban, maka permohonan wp dianggap diterima / dikabulkan. Permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan tidak mengurangi atau menunda waktu pembayaran atau pelunasan PBB.

b          . Keberatan Pajak Bumi Dan Bangunan / PBB
Bila menurut wajib pajak ada yang tidak sesuai antara data seperti NJOP, luas tanah dan atau bangunan pada SPPT yang diterimanya, maka dapat mengajukan keberatan ke KP PBB atau KPP Pratama. Surat pengajuan atas keberatan wajib pajak atas SPPT yang diterima paling lambat diajukan 3 bulan sejak SPPT PBB diterima WP. KPBB / KPP Pratama memiliki batas waktu 12 bulan atas keberatan wajib pajak atas SPPT yang diterima. Jika dalam tempo 12 bulan tidak ada jawaban maka keberatan WP dianggap diterima / dikabulkan.
5.         Jelaskan langkah-langkah dalam menghitung pajakPBB?
Jawab.
Setelah kita mengetahui pengertian PBB dan juga dasar dari pengenaannya, maka yang selanjutnya kita ketahui adalah cara mengitung PBB. Cara menghitung PBB ini sangat penting kita ketahui agar kita mengetahui darimana saja nilai-nilai yang dikenakan dalam PBB tersebut. Pertama-tama yang harus kita ketahui terlebih dahulu, apa saja komponen-komponen nilai yang menjadi dasar perhitungan pajak. Dasar perhitungan PBB adalah perkalian tarif 0,5% dengan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) sedangkan NJKP didapatkan 20% dari NJOP. Masih bingung?
Kalau gitu langsung aja pada pratek perhitungannya, apabila diketahui NJOP pada suatu objek adalah sebesar Rp 2.500.000,00. Maka berapa PBB nya?
Terlebih dahulu kita cari nilai NJKP nya :
NJKP : 20% x Rp. 2.500.000,00 = Rp. 500.000,00
Setelahnya baru kita hitung nilai PBB nya :
PBB : 0,5% x Rp. 500.000,00 = Rp. 2.500,00
Itu tadi contoh sederhananya saja, untuk itu mari kita praktekkan kembali dalam menghitung nilai PBB dalam contoh selanjutnya.
Semisal A mempunyai rumah seluas 55 meter persegi yang berada ditas sebidang tanah dengan luas 110 meter persegi. Apabila diketahui harga bangunan tersebut adalah sebesar Rp. 600.00,00 sedangkan untuk harga tanahnya sendiri sebesar Rp. 1.500.000,00 per meter pesegi. Jadi berepa PBB yang harus dibayarkan oleh A?
Pertama, kita harus menghitung nilai bangunan serta tanahnya terlebih dahulu :
Bangunan : 55 x Rp. 600.000,00 = Rp. 33.000.000,00
Tanah : 110 xRp. 1.500.000,00 = Rp. 165.000.000,00
Kedua, kita menghitung NJOP dengan menjumlahkan nilai bangunan dan juga tanah :
Nilai Bangunan           :           Rp. 33.000.000,00
Nilai Tanah      :           Rp. 165.000.000,00
Rp. 198.000.000,00
Terakhir, setelah kita diketahui NJOP, kita langsung menghitung nilai PBB :
NJKP : 20% x  Rp. 198.000.000,00 = Rp. 39.600.000,00
PBB : 0,5% x Rp. 39.600.000,00 = Rp. 198.000,00

Di ambil dari berbagai sumber.


www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wednesday, June 20, 2018

Cara pembuatan Sambal Tempoyak

Tempoyak adalah daging buah durian yang difermentasi. Penyajiannya  bisa berupa sambal atau sebagai bumbu tambahan dalam membuat ikan asam pedas.

Sambal tempoyak

  Bahan-bahan :
  Tempoyak
  Bawang merah, haluskan
  cabe merah, haluskan
  Gula pasir
  Garam
  Tomat merah
  Minyak goreng untuk menumis
  Teri basah (optional)

Cara membuat:
  Tumis bumbu halus (bawang merah dan cabe merah) sampe harum.
  Masukkan tomat, aduk sampe layu. masukkan teri basah. aduk rata.
  Masukkan garam dan gula pasir. aduk rata.
   Masukkan tempoyak. aduk rata sampai masak (biasanya meletup letup dan wangi).
  Angkat dan sajikan.

Gulai Tempoyak Ikan Tenggiri

  Bahan-bahan:
  2 ons tempoyak
  2,5 ons daging ikan tenggiri
  Cabe
  Bumbu untuk membuat gulai lengkap
  Santan kelapa

  Cara membuat:
  Bumbu gulai digiling halus
  Santan kelapa dimasak hingga mendidih
  Masukkan bumbu2 halus tadi, daging ikan dan tempoyak
  Masak hingga matang,
  Angkat dan hidangkan

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Tuesday, June 12, 2018

Launchpad Satu Alat Beragam Fungsi-Musik Anak Milenial

Launchpad Satu Alat Beragam Fungsi
Nah..Kalau biasanya sebuah DJ set yang terdiri dari rangkaian DJ Mixer, MIDI controller, effect generator dan alat-alat lainnya, sebuah launchpad bisa menggantikan fungsi beberapa alat tersebut sekaligus Tombol (pad) pada pad yang berjumlah banyak bisa digunakan untuk clipping, mixing, eksekusi drum pattern, trigger loops, mapping dan menggerakkan parameter seperti fade atau cross. Kerennya, semua itu bisa diprogram sesuai keinginan dengan bantuan software.

Pengaturan Set Personal Nggak hanya bisa digunakan untuk mixing, sebuah launchpad bisa diprogram buat mengeluarkan suara yang benar benar unik.That’s why, setting pada sebuah launchpad benar banar dapat diatur secara personal. Hal itu bikin setiap DJ yang akan manggung menggunakan launchpad, harus terlebu dahulu memasukan pengaturan suara dan mapping effect lainnya kedalam setiap pad. Dengan menggunakan software, 
launchpad juga bisa menyimpan fungsi preset yang pastinya bikin penggunanya lebih mudah mengganti ganti effect secara live. Support Tampilan Visual Saat Perform Selain sebagai alat ‘bermusik’, launchpad juga bisa membantu penampilan visual dari DJ yang memainkannya. 
Soalnya, setiap pad pada launchpad memiliki pencahayaan yang bisa diatur warna, intensitas dan pola nya. Jadi, saat dimainkan,
launchpad juga bakal menghasilkan pola pola cahaya yang unik dan menarik. FYI, 
pola cahaya ini sendiri rupanya merupakan hasil mapping yang diprogram menggunakan software.
Fungsinya adalah untuk memberikan tanda pada setiap effect dan bunyi dari setiap pad.

Nah, salah satu penikmat musik dan yang selalu berkarya menggunakan Launchpad
1.Awwalur Risqie Al-Firori atau sering di kenal Alffy Rev 
2.Eka Gustiawana
3.Osvaldorio
dan masih banya yang lain lagi.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Saturday, June 9, 2018

Lirik Tersimpan Di Hati Eka Gustiawana, Prince Husein&Sara Fajira

Hooo hooo aaa aaa..

Banyak yang ku lewati
Banyak yang ku alami
Kenanganmu tersimpan di hati

Walau ku Harus Pergi
Walau ku harus berlari
Kenanganmu terasa di hati

(Hey) Saat kau menari dengan tawa
Rasa terkesima mulai melebur dalam hati ini
Dan ku telah arungi luas semesta
Tapi tak ada yang mengalahkan indah parasmu

Aye huh
Been here for days
Just me and you
Don’t even care no matter what they say

I gotta leave now but your eyes is telling me to stay
Shout out to the moments i am going through
When i do all i want is you
Would you look at the view

Setunggal ewu bintang ing langit ongkoso
(Seribu bintang di langit angkasa)
Aku lan kowe ing manunggaling
(Aku dan dirimu dalam kesatuan)
Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi
(Menghayati perilaku mulia dengan budi pekerti luhur)

Ojo mabuk dunyo (Jangan mabuk dunia)
Uripmu rekoso (Hidupmu akan sengsara)

Saat kau menari dengan tawa
Rasa terkesima mulai melebur dalam hati ini
Dan ku telah arungi luas semesta
Tapi tak ada yang mengalahkan indah parasmu

hae hae hae hae...
Haa aa aaa

Aku lan kowe ing manungaling
(Aku dan dirimu dalam kesatuan)
Ojo mabuk dunyo, Uripmu rekoso
(Jangan mabuk dunia, hidupmu akan sengsara)

Aku lan kowe ing manunggaling
(Aku dan dirimu dalam kesatuan)

Aku lan kowe ing manunggaling
(Aku dann dirimu dalam kesatuan)

Hae hae ha
Hae hae oy

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Thursday, June 7, 2018

Pidato CORNELIS Dipelintir lagi oleh KELOMPOK PENGADU DOMBA

Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka'Jubata.

Yang terhormat pengurus dewan adat Provinsi Kalimantan Barat berserta selurtuh jajaran, para kepala OPD, bupati, wakil bupati, para tokoh-tokoh Dayak, para tumenggung, bapak- ibu dan saudara-saudara yang saya hormati dan saya muliakan.

Puji dan syukur kita sampaikan kepada tuhan yang masa kuasa karena kita diberikan kesehatan jasmani dan rohani yang baik sehingga kita bisa berkumpul di sini untuk membicarakan masa depan masyarakat kita, masyarakat Dayak.

Bapak, ibu dan saudara-saudara selaku tumenggung, selaku demung, selaku apalagi saya tidak tahu namanya, pokoknya yang penting ngurus rakyat. Tugas kita ini ngurus rakyat, mengapa ada Presiden Majelis Adat Dayak, mengapa harus adat Dewan Adat Dayak Provinsi, kabupaten, kota, kecamatan habis itu desa yang namanya tumenggung, yang namanya demung. Kita mengorganisir diri supaya kita bisa mengurus kepentingan masyarakat kita.

Negara sudah memberikan kesempatan dan peluang kepada kita, kalau kita tidak ambil itu kita yang bodoh. Kita tidak boleh menunggu, kita tidak boleh ragu-ragu, kita tidak boleh malas. Nah ini yang harus segera kita pikirkan di semua sektor lini untuk percepatan pembangunan masyarakat Dayak. Negara sudah memberikan kesempatan, sudah memberikan peluang kepada kita, tetapi kita masih santai, masih berpangku tangan, masih bersunggut-sunggut, masih iri dan dengki tidak bersatu padu membangun negeri ini.

Kalimantan itu milik Dayak (tepuk tangan terdengar) ini bukan saya yang mengatakannya bapak ibu, yang mengatakannya para ahli Profesor Doktor Koentjaraningrat seorang antropologi budaya. Setelah itu ada buku yang di tulis oleh profesor Doktor Teuku Jakob ahli antropologi forensik. Dua orang ahli yang Indonesia punya. Nah kita Dayak ini terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan, mulai dari raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya, yang paling parah kerajaan Melayu dan Islam bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli, mental hamba. Nah yang nulis buku ini bukan saya juga, Profesor Doktor Meriam Budiardjo dalam bukunya berjudul Kuasa dan Wibawa, sehingga kita bisa dipegang oleh Belanda bersama Melayu dan Islam itu selama 300 tahun lebih hampir 400 tahun. Nah untuk merubah pola pikir ini tidak gampang.

Nah sekarang Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, Dayak zaman dulu membuat negara namanya Green Dayak ibukotanya di Banjarmasin, tetapi di tahun 1948 diserahkan kepada Republik Indonesia oleh dokter Cyrillus kepada Bung Karno (Presiden Soekarno-red) dengan tujuan bargainingnya adalah Pancasila, bapak ibu dan saudara-saudara tolong baca buku. Jangan dapat honor, dapat tunjangan tidak beli buku (suara tepuk tangan).

Tadi kemarin (saat pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 33, 20 Mei 2018 –red) jelas mengatakan Kalimantan itu milik Dayak, jelas itu. Makanya saya minta kepada beliau, kepada Humas tolong pidato beliau itu diambil, diminta, diperbanyak dan dibagi-bagikan kepada kita semua untuk dipedomani. Pada zaman sekarang ini kita punya hak dan kewajiban di depan masyarakat umum dimanapun di depan negara kewajiban dan hak kita adalah sama, tinggal kita mau atau tidak mengambil peluang itu.

Makanya sering saya katakan kita harus punya keberanian seperti beruang, mata itu jeli seperti mata elang. Bagaimana elang bisa melihat tikus bersembunyi dimanapun itu, dia bisa lihat dan tangkap begitu cepat. Beruang begitu berani terjun dari atas pohon, tidak mati.
Ndak matikan beruang habis ambil madu lalu terjung, ndak matikan. Pernah ada lihat beruang mati habis ambil madu kelulut atau madu kwani, bagaimana beruang itu mengambilnya, beruang itu tidak pandai turun. Demikian juga kita memanfaatkan peluang dan kesempatan, seperti kecepatan Leopard, bagaimana Leopard itu punya kecepatan lari…(pidato selesai)

Di atas merupakan transkrip dari Pidato Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Cornelis MH berdurasi tujuh menit limabelas detik, yang hari-hari ini bikin geger. Sengaja ditulis secara lengkap untuk mendapat gambaran utuh terkait persoalan yang tengah diviralkan oleh kelompok tertentu dengan judul bombastis “Video Asli dan Hoax (editan Pidato Cornelis Yang Viral Di Sosmed”, “Pidato Rasis Cornelis Memftnah Melayu dan Islam Penjajah Indonesia Terus Menuai Protes” atau yang ini “Indonesia Adalah Penjajah Indonesia: Ungkap Cornelis Gubenur Kalbar”

Padahal bila dibaca atau didengar pidato tersebut, tentu tidaklah seseram judul-judul yang dibuat bahkan terlalu hiperbola. Bahkan terkesan sudah direncanakan sedemikian rupa dengan tujuan utama menghantam Cornelis MH. Hal yang sama dilakukan saat Cornelis dihantam habis-habisan dalam kasus “Seruan Cornelis Mengusiran Habib Rizieq Bila Datang Ke Kalbar” sekitar November 2016 lalu. Tudingan kafir pun deras dialamatkan kepada Cornelis yang selama 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar Berhasil Menciptakan Ketentraman dan Kedamaian di Kalbar. Selama 10 tahun memimpin Kalbar, Cornelis berhasil mempersatukan semua suku yang ada sehingga tak ada konflik kesukuan.

Namun upaya ‘mengAhokkan” Cornelis di 2016 lalu gagal berkat persatuan seluruh rakyat Kalbar yang tak ingin di adu domba oleh pihak manapun.

Pidato Cornelis di Juni 2018 ini dijadikan momentum oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mengulangnya kembali. Pidato yang sudah hampir seminggu di posting di Youtube itu, baru meledak dua hari belakangan ini. Uniknya sejumlah nama dengan sigap mendorongnya untuk menjadi bola panas membangkitkan sentiment keumatan, mulai dari Rocky Gerung hingga Tengku Zulkarnain.

Padahal dalam pidato tersebut, sebenarnya Cornelis sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional tengah berbicara untuk membangkitkan semangat saudara-saudara sesukunya yakni Dayak agar tidak rendah diri, minder, malas dan sebagainya. Suku Dayak sama dengan suku-suku lainnya diberikan kesempatan, hak dan kewajiban yang sama oleh negara.

Kemudian Cornelis menceritakan sejarah mengapa suku Dayak itu bermental hamba sahaya atau budak, dikarenakan lamanya hidup dalam keadaan terjajah, di mulai dari kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, kemudian menjadi Kerajaan Melayu (Islam) dan masuknya Belanda. Penjajahan demi penjajahan yang dialami Suku Dayak inilah yang menyebabkan orang Dayak itu kehilangan semangat sebagai seorang manusia merdeka, akan tetapi masih dalam semangat budak meski Indonesia sudah merdeka 72 tahun lamanya.

Apa yang salah dengan pernyataan tersebut, bahkan apa yang digambarkan Cornelis untuk saudara-saudaranya itu hasil dari bacaannya dengan menyebut nama Koentjara Ningrat, Tengku Jacob dan Meriam Budiardjo. Agar lebih jelas Cornelis bahkan mengatakan, “Nah kita Dayak ini terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan, mulai dari raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya, yang paling parah kerajaan Melayu dan Islam bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad sehingga mental kita adalah mental hamba, buka mental kuli, mental hamba. Nah yang nulis buku ini bukan saya juga”.

Dari pidato tersebut sangat jelas dan terang benderang bahwa Cornelis hanya menceritakan sejarah Dayak dan kondisi yang membuat rakyat Dayak bermental budak dan itupun didapatnya dari buku-buku yang dibacanya. Bahkan kalau saat ini dicari di mesin pencari Google, misalnya Islam Menjajah, maka akan muncul tulisan-tulisan terkait akan hal tersebut yang bisa dijadikan bahan bacaan penambah ilmu.

Persoalan menjajah atau tidak menjajah, tergantung sudut pandang kedua belah pihak. Belanda, Romawi, Portugis, Kerajaan Islam dan juga Pasukan Salib akan mengatakan tidak melakukan penjajahan, namun bagi Indonesia sudah jelas Belanda itu penjajah dan Romawi itu penjajah bagi wilayah-wilayah yang dikuasainya. Dalam perspektif itulah, Dayak melihat Kerajaan Islam yang datang ke Kalimantan sebagai penjajahan, karena ada upeti yang harus diberikan oleh rakyat Dayak kepihak Kerajaan.

Bila terkait dengan apa yang dipidatokan Cornelis, bahkan sudah lama ada di mesin pencarian, misalnya

https://bobyarya.wordpress.com/…/sebuah-analisa-apakah-kes…/ dan banyak lagi yang sejenis berjejalan di Google.

Namun Cornelis tidak mendasari pidatonya berdasarkan hasil pencarian di Google tersebut. Cornelis menyebutkan nama-nama dengan tujuan menjadi pemicu saudara-saudaranya untuk ikut membaca. “Bapak ibu dan saudara-saudara tolong baca buku. Jangan dapat honor, dapat tunjangan tidak beli buku”.

Jadi sangatlah aneh, bila tidak mau disebut sudah direncanakan secara terstruktur dan massif, begitu ada video pidato Cornelis menyebut nama sebuah agama langsung diramaikan oleh orang yang memang sudah lama geram dengan sosok Cornelis yang mampu membawa kedamaian di Tanah Kalbar”. Bahkan orang ini langsung meminta agar Soesilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat mencabut dukungan terhadap Cagubnya di Kalbar. Makin jelas kemana arah sebenarnya dituju?

Jangan-jangan beruang pun akan protes kepada Cornelis karena dianggap memfitnah dan menghinakan Hak Asasi Beruang, yang disebutnya beruang tidak bisa turun dari pohon
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wednesday, June 6, 2018

Paolus Hadi (PH) Menurut Ny. Arita Apolina

          Memasuki usia 23 tahun pernikahan kami, semakin banyak hal sifat dan kepribadian yang kami saling ketahui satu sama lain. Sebagai sebuah rumah tangga, tentu banyak hal yang semakin mendewasakan saya dan Bapak PH, perbedaan pendapat pada rumah tangga umumnya juga sering kami alami, namun Puji Tuhan semuanya dapat kami lewati dengan cara saling memahami. Bagi saya, Bapak (PH) adalah suami yang setia dan dapat dipercaya, dan belum pernah mengecewakan kepercayaan yang saya berikan. Meskipun bapak bukanlah pria yang romantis setiap saat, romantisnya insidental, tidak setiap saat bisa mengungkapkan kata-kata yang romantis, misalnya “aku cinta kamu” atau “aku sayang kamu”, namun lebih ditunjukkan lewat tindakan kasih sayangnya. Pribadinya sebenarnya tertutup, tidak setiap perasaannya diungkapkannya secara lisan, kadang diungkapkannya melalui lagu dan pantun. 
      Meski bukan pria romantis, namun jujur beliau adalah suami penyayang, melindungi dan mengayomi. Sebagai Ayah, Beliau tidak mau memanjakan anak-anaknya, bahwa segala hal harus dipertimbangkan manfaatnya dulu, misalnya anak-anak minta dibelikan barang, maka bapak akan tanya dulu apa manfaat barang tersebut. 
Disiplin selalu ditanamkannya kepada anak-anak kami, meski boleh dibilang sangat protektif dengan anak-anak, mungkin itulah naluri seorang ayah yang melindungi dan ingin yang terbaikbuat anak-anaknya. 
         Sebagai seorang Pemimpin Daerah Sanggau, bapak memegang teguh nilai-nilai kehidupannya; Disiplin, Bertanggungjawab, serta berorientasi pada hasil, maklum sekian lama beliau bekerja dengan orang Jerman, banyak membentuk etos kerjanya terutama soal hasil kerja. Bapak itu pada prinsipnya tidak mau tahu bagaimana cara orang-orang yang dipimpinnya dalam bekerja, yang terpenting hasil dan dampaknya. Beliau tidak suka dengan hal-hal yang dibuat ribet, ide kecil sekalipun ia akan dengarkan asal mau mencoba dan berusaha mewujudkannya. Irit ngomong, tapi begitu ada hal yang menurutnya tidak pas, maka siap-siap saja disemprot beliau. Bapak itu tipe seorang pembelajar, ia tak segan-segan bertanya kepada orang-orang yang dipandangnya berpengalaman bahkan dalam hal teknis sekalipun. (Saat Bincang2 bersama Ny.Arita Apolina Hadi)


www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Saturday, June 2, 2018

Penanganan Keluhan - Bisnis Ritel


Penanganan Keluhan 

Konsumen yang merasa tidak puas akan bereaksi dengan tindakan yang berbeda. Ada yang mendiamkan saja dan ada pula yang melakukan komplain. Berkaitan dengan hal ini ada tiga kategori tanggapan atau komplain terhadap ketidakpuasan yaitu :
1. Voice response
Kategori ini meliputi usaha menyampaikan keluhan secara lansung dan/atau meminta ganti rugi kepada perusahan yang bersangkutan, maupun kepada perusahan yang bersangkutan, maupun kepada distributornya bila konsumen melakukan hal ini, maka perusahaan masih mungkin memperoleh beberapa manfaat. Pertama, konsumen memberikan kesempatan sekali lagi kepada perusahaan untuk memasukan mereka. Kedua resiko pusbilitas buruk dapat ditekan, pusbilitas dalam bentuk rekomendasi dari mulut ke mulut, maupun melalui koran atau media massa. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah ketiga, memberi masukan mengenai kekurangan pelayanan yang perlu diperbaiki perusahaan.
2. Private response
Tindakan yang dilakukan antara lain memperingatkan atau memberi tahu kolega, teman, atau keluarganya mengenai pengalamannya dengan produk atau perusahaan. Umumnya tindakan ini sering dilakukan dan dampaknya sangat besar bagi citra perusahaan.
3. Third-party response
Tindakan yang dilakukan meliputi usaha meminta ganti rugi secara hukum, mengadu lewat media massa, atau secara lansung mendatangi lembaga konsumennya, instasi hukum, dan sebagainya. Tindakan seperti ini sangat ditakuti oleh sebagian besar perusahaan yang tidak memberikan pelayanan baik kepada konsumennya atau perusahaan yang tidak memiliki prosedur penanganan keluhan yang baik.

Perusahaan yang mendorong pelanggan yang kecewa untuk melakukan pengaduan dan juga kemampuan karyawan untuk memulihkan situasi saat itu juga akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dan laba yang lebih besar dibandingkan perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki pendekatan sistematis untuk mengatasi kegagalan pelayanan. Perusahaan-perusahaan yang efektif dalam menyelesaikan keluhan akan melakukan: 
1. Mengembangkan program pelatihan dan kriteria penerimaan karyawan yang memperhitungkan peran perbaikan pelayanan dan karyawan.
2. Mengembangkan pedoman perbaikan pelayanan yang berfokus pada pencapaiaan perlakuan yang memadai dan kepuasan pelanggan.
3. Membongkar semua hambatan yang mempersulit pelanggan untuk melakukan pengaduan, sambil mengembangkan tanggapan yang efektif yang mungkin termasuk memberi wewenang kepada karyawan untuk memberikan ganti rugi atas kegagalan pelayanan.
4. Mempertahankan basis data produk dan pelanggan yang memungkinkan perusahaan menganalisi tipe dan sumber keluhanserta menyesuaikan kebijakannya.

Terdapat dua tujuan utama pelanggan mengajukan keluhan kepada perusahaan:
1. Pelanggan ingin menutupi kerugian ekonomi yang dideritanya, apakah itu dalam bentuk pemberiaan ganti rugi atau mendapatkan pelayanan ulang. Terdapat pula kemungkinan pelanggan akan mengambil tindakan hukum bila masalah tetap tidak terselesaikan.
2. Pelanggan ingin kembali membangun harga dirinya. Ketika karyawan mengacuhkan atau memberikan perlakuan yang buruk dan kasar, maka harga diri dan rasa keadilan pelanggan akan terpengaruh secara negatif. Pelanggan merasa bahwa mereka seharusnya diperlakukan secara hormat.
3. Apabila pelanggan yang tidak puas mulai mengeluh, maka perusahaan tidak dapat membiarkan begitu saja tanpa melakukan tindakan apapun.

Pengaruh budaya terhadap komplain
Pada saat tidak ada komplain dari konsumen terhadap toko ritel maka hal tersebut bukan berarti secara otomatis menunjukan kinerja dari toko ritelyang baik. Sebagian besar konsumen tidak melakukan komplain walaupun mengalami ketidakpuasan. Beberapa pertanyaan yang muncul dan di pertimbangkan oleh konsumen terkait dengan ketidakpuasan konsumen beserta perilakunya untuk melakukan komplain kepada toko ritel (Usunier, 1996) antara lain;
1. Apakah dibenarkan untuk menunjukan ketidakpuasan terhadap toko ritel secara terbuka di depan umum.
Konsumen dengan budaya timur pada umumnya ingin diterima oleh lingkungan sosialnya sehingga cenderung tidak mau tampil berbeda. Dalam konteks ritel apabila konsumen mengalami ketidakpuasan maka konsumen akan mempertimbangkan resiko sosial yang dihadapinya pada saat melakukan komplain atau ketidakpuasan yang diterimanya. Pada saat konsumen komplain secara terbuka maka akan menjadi pusat dari konsumen yang lain. Hal ini menyebabkan rasa malu atau tidak nyaman dari konsumen yang lain. Hal ini menyebabkan rasa malu atau tidak nyaman dari konsumen yang melakukan komplain . Sehingga ada banyak konsumen yang merasa enggan untuk melakukan komlain terhadap ketidakpuasan yang dialaminya dan memilih untuk pindah ke toko ritel lainnya.
2. Apakah dibenarkan untuk memaksa toko ritel agar memberikan sejumlah kompensasi atas ketidakpuasan yang terjadi.?
Pertanyaan lain yang menjadi pertimbangan konsumen pada saat akan melakukan komplain adalah konsekuensi yang akan diterima oleh konsumen setelah menyampaikan komplain dan tuntutan kompensasi sebagai ganti ruginya . Ada kekhawatiran bahwa provider atau toko ritel bisa menuntut balik konsumen yang melakukan komplain, seperti yang terjadi pada beberapa kasus di Indonesia, di mana konsumen yang tidak puas dan melakukan justru mendapatkan permasalahan hukum karena dianggap melakukan pencemaran nama baik dari institusi yang menerima komplain, Berbagai macam kekhawatiran tersebut bisa meredam konsumen untuk diam dan tidak melakukan komplain kepada provider jasa atau toko ritel.
3. Apakah akan ada perubahan yang terjadi apabila konsumen melakukan komplain atas ketidakpuasannya.?
Pertimbangkan konsumen berikutnya adalah pada saat konsumen melakukan komplain, apakah ada efek positif yang timbul setelah provider jasa atau toko ritel menerima komplain tersebut? Apabila konsumen merasa bahwa komlain yang dilakukan akan sia-sia atau tidak memberikan dampak pada perubahan perbaikan layanan, maka konsumen cenderung tidak akan menghabiskan waktu, pemikiran, dan tenaganya untuk melakukan komplain.

Dampak dari Usaha Pemulihan Layanan terhadap kesetiaan Pelanggan
Penangan pengaduan harus dilihat sebagai suatu pusat laba, bukan suatu cost center (pusat biaya). Ketika seorang pelanggan yang kecewa membelot, perusahaan kehilangan lebih daripada hanya nilai transaksi berikutnya. Perusahaan itu mungkin jugakehilangan suatu arus laba jangka panjang dari pelanggan itu dn dari orang lain yang beralih pemasok karena komentar negatif dari seorang teman yang tidak senang. Sehingga untuk berinvestasi dalam usaha ”pemulihan layanan” yang dirancang untuk laba jangka panjang itu. Usaha untuk merancang prosedur pemulihan layanan harus memperhitungkan lingkungan spesifik suatu perusahaan dan tipe-tipe problem yang mungkin dijumpai pelanggan.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wednesday, May 23, 2018

Penilitian bagian dari Filsafat

      Penelitian selalu dimulai dengan system filsafat ilmu yang tidak dapat dihindari oleh peneliti manapun, aksioma itu  yaitu ontology, epistemology dan aksiology. Ketiga bidang ini bila dikaitkan dengan penelitian dalam Teologi (baik jurusan biblika, misiologi, sejarah, pastoral dll) dan Pendidikan Agama Kristen maka dalam penelitian Teologi dan PAK juga harus bersinggungan dengan ontology Teologi/ontology Pendidikan Agama Kristen yaitu hakekat apa yang diteliti. Apakah yang diteliti itu benar-benar ada (realitas). Epistemology Teologi dan Epistemology Pendidikan Agama Kristen yaitu bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar terhadap apa yang diteliti. Ini berarti, metode penelitian termasuk bagian dari epistemology (cara mendapatkan pengetahuan yang benar), sedangkan aksiology Teologi dan Aksiology Pendidikan Agama Kristen yaitu sejauh mana apa yang diteliti memiliki nilai atau kegunaan bagi kehidupan manusia. Aspek yang terakhir berkenaan juga dengan etika (benar-salah)  dan estetika (nilai keindahan, keharmonisan). Aspek-aspek ini tidak dapat dihindari dalam suatu penelitian Ilmiah.

Metodologi Penelitian, yaitu pengertian penelitian

1.    Pengertian Metodologi Penelitian
Definisi Penelitian Ilmiah (Tesis)
1.  Penelitian Ilmiah (Tesis) adalah suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.
2.   Penelitian Ilmiah (Tesis) suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.
3.  Penelitian Ilmiah (Tesis) adalah suatu penyedilidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
4. Penelitian Ilmiah (Tesis) adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
5. Penelitian Ilmiah (Tesis) pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Kesimpulan:
Penelitian Ilmiah Tesis adalah usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/ menguji kebenaran).
Penelitian Ilmiah Tesis dilakukan dengan cara/kegiatan mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan)
Penelitian Ilmiah Tesis dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah.
Disadur dari sumber: http://www.infoskripsi.com/Resource/Definisi-Penelitian-Ilmiah.html didownload tgl. 6/8 2011

2.    Konsep-konseop dasar penelitian ilmiah yang perlu diketahui sebelum meneliti

Apa yang perlu diketahui dan dilakukan oleh Peneliti, khususnya saya.
Saya harus mengetahui Konsep-konsep dasar Penelitian Ilmiah. Artinya “sebelum seseorang mengusulkan, melaksanakan penelitian, dan melaporkan hasilnya, ia perlu memahami konsep-konsep dasar mengenai penelitian”. Konsep-konsep dasar penelitian itu meliputi:
1.    Arti dan Fungsi Penelitian menurut Paradigma Positivis, paradigm Post-Positivis, penelitian Teologi dan Keagamaan dengan pendekatan positivis maupun Post-Positivis serta fungsi Penelitian.
Arti dan fungsi penelitian bergantung pada paradigma dari pemberi arti penelitian. Bila paradigmanya positivis (penganut penelitian kuantitatif) maka definisi penelitian tentu dirumuskan berdasarkan pandangan positivis, sebaliknya bila yang memberi arti penelitian adalah seorang penganut paradigma psot-positivis (penganut penelitian kualitatif) maka rumusan tentang arti penelitian akan berangkat dari sudut pandang penelitian kualititif. Walaupun ada perbedaan tetapi asumsi dan proposisi atau perangkat aksioma (prinsip atau aturan yang ditetapkan) berhubungan dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis penelitian yang berangkat dari kedua paradigma di atas tidak dapat menghindari beberapa pertanyaan berikut ini:

1)    Pertanyaan ontologis pertanyaan mengenai bentuk dan sifat realitas yang dapat diketahui. Dengan kata lain, apa hakekat penelitian (objek yang diteliti benar-benar ada?). Meneliti kucing, apakah kucing dalam realitas atau kucing dalam ide. Hakekat Sorga, Naraka dll.
2)    Pertanyaan epistemology  pertanyaan mengenai hubungan antara yang mengetahui dan yang dapat diketahui. Dengan kata lain, apakah pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan kenyataan (bagaimana yang dapat pengetahuan yang benar tentang objek yang diteliti). Cara mendapatkan pengetahuan yang benar
3)    Pertanyaan metodologis  pertanyaan mengenai cara mengetahui yang dapat diketahui. Metode mana yang dipakai untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang obyek yang diteliti.
4)    Pertanyaan aksiologis : pertanyaan mengenai jenis pengetahuan apa yang bernilai. Apakah hasil penelitian yang akan saya lakukan itu memiliki kegunaan.
Pertanyaan-pertanyaan di atas mempengaruhi pandangan seseorang tentang fungsi penelitian, khususnya Penelitian Pendidikan Agama Kristen.
a.    Arti Penelitian Menurut Paradigma Positivis
Penelitian Ilmiah atau riset adalah mengetahui dan atau berpikir ilmiah dengan cirri riset: pengendalian prasangka (bias) atau mengurangi prasangka terhadap data/data tidak diartikan secara gegabah berdasarkan criteria selera pribadi melainkan bertindak netral dalam mengumpulkan data dan menganalisisnya; upaya ketepatan yaitu dapat dipercaya, menuntut adanya pengukuran yang tepat; Verifikasi yaitu peneliti melaporkan hasil penelitian yang kemudian dapat diteliti oleh orang lain baik untuk menguatkan teori maupun menolak teori/hasil penelitian sebelumnya; Empirisme yaitu pengetahuan yang dibangun harus berdasarkan pengetahuan pada pengamatan peristiwa-peristiwa tertentu yang dilakukan secara cermat;konstruksi teori yaitu upaya menyusun toeri yang dapat menjelaskan gejala yang diteliti.
b.    Arti penelitian menurut paradigma post-positivis (paradigma penelitian kualitatif). Paradigma post-positivis didasarkan pada aksioma bahwa realitas atau yang benar itu lebih dari satu, merupakan hasil bentukan, dan holistic; hubungan antara yang mengetahui dan yang diketahui tidak dipisahkan dan interaktif; tidak mungkin melalkukan generalisasi yang bebas waktu dan konteks, dan hipotesis yang dapat dibuat hanyalah yang terikat waktu dan konteks; tidak ada sebab yang sebenarnya karena semua entitas dalam keadaan secara serempak saling membentuk; serta penelitian itu terikat pada nilai. Berdasarkan Aksioma ini, arti penelitian adalah sebuah pencarian kebenaran yang sistematik, penyelidikan kebenaran yang tepat yang tidak membuang apa yang baik dari pencarian kebenaran secara naïf.

Ciri-ciri yang perbedaan variasi paradigma post-positivis (paradigma partisipatori) dengan paradigma positivis yaitu:

  Segi Ontologi, positif percaya pada realitas yang sebanarnya dapat dipahami. Sedangkan menurut post-positivis, realitas dapat dipahami, tetapi tidak secara sempurna dan hanya secara kemungkinan. Realitas itu dapat dibentuk oleh nilai-nilai social, politik, budaya, ekonomis, etnis, gender. Realitas itu dapat dibentuk secara local dan spesifik; realitas itu partisipatif atau subyektif-objektif dan dibuat oleh pikiran dan lingkungan tertentu.
  Segi epistemology, paradigm positivis beranggapan bahwa yang mengetahui dan yang diketahui berdiri sendiri dan tidak harus saling mempengaruhi sehingga pengetahuan itu objektif dan penemuan penelitian itu benar. Paradigma post-positivis tidak lagi mempertahankan kemandirian yang mengetahui dan yang diketahui, tetapi masih memetingkan objektivitas dengan criteria eksternal, pengetahuan yang ada dan para penilai. Bagi post-positivis, penemuan penelitian itu hanya mungkin benar (dualis dan objektivis yang diperlunak.
  Segi metodologi, paradigma positivis bersifat eksperimental dan manipulative, serta merupakan upaya verifikasi hipotesis, terutama dengan metode kuantitatif. Paradigma post-positivis bersifat eksperimental dan manipulative yang dikoreksi, misalnya dengan penggunaan lebih dari satu metode, mencakupmetode-metode kualitatif, dengan upaya untuk menunjukkan kesalahan hipotesis.Variasi post-positivis yang lain, dari segi metodologi, bersifat dialogis dan dialektikal (teori kritis), hermeneutic dan dialektikal (konstruktivis), partisipasi politik dalamtindakan penelitian yang berdasarkan kerja sama di antara mereka yang terlibat dalam penelitian dan mengutamakan pengetahuan yang praktikal serta memakai bahasa berdasarkan konteks eksperimental bersama (partisipatori)
  Dari segi aksiologi, positivis dan post-positivis menganggap bahwa hal mengetahui secara proporsional mengenai dunia adalah tujuan, bukan alat, dan secara intrinsic bernilai
Penelitian Teologi dan Keagamaan: Positivis atau Post-Positivis
Penelitian melekat pada teologi. Tidak ada teologi tanpa penelitian. Tanpa penelitian, orang tidak bisa berteologi. Dalam kata teologi terkandung pengertian ilmu, yaitu kegiatan manusia yang didasarkan pada pengamatan, akal budi, analisis, dan argumentasi, tidak didasarkan pada kepercayaan. Jadi, apakah penelitian teologi itu berparadigma positivis atau post-positivis?

Beberapa Anggapan:

Witkamp (1992:40,47) dalam Andreas Subagyo:
Tidak ada metode-metode khusus dalam penelitian teologi. Teologi hanya menggunakan metode metode dari ilmu-ilmu  lain.

John Titaley (1994) dalam Andreas B. Subayo:
Teologi adalah bagian dari ilmu social sehingga metode penelitian yang diterapkan adalah metode ilmu social

Yang lain, dalam Andreas Subagyo
Penelitian keagamaan secara khusus tidak ada dan tidak perlu ada karena objeknya sendiri telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari pemeluk agama. Oleh karena itu, keagamaan dapat diselidiki melalui sosiologi, arkeologi, sejarah, ekonomi, psikologi, antropologi. Jadi penelitian teologi itu mengikuti ilmu-ilmu lain, khususnya ilmu social atau berdasarkan paradigma penelitian ilmu social.

Andreas B. Subagyo

Penelitian dalam bidang teologi tidak sama dengan bidang sains. Penelitian teologi, dalam arti sempit, tidak termasuk penelitian ilmiah. Karena refleksi dengan akal budi dalam teologi menekankan ide-ide di luar kenyataan indrawi. Dalam pengertian tersebut, teologi bukanlah sains karena menangani objek yang supersensible. Penelitian teologi memang berbeda walaupun tidak sama  sekali berbeda dengan penelitian bukan teologi. Akan ada masalah jika metode penelitian sains diterapkan secara ketat dalam studi agama. Walaupun demikian, sampai pada batas-batas tertentu, cirri-ciri riset dengan paradigma positivis dimiliki juga oleh penelitian teologi dan keagamaan. Namun, metode penelitian ilmu lain tidak dapat dipakai sepenuhnya dan tidak mencukupi dalam penelitian teologi.
Bila penelitian teologi mengikuti ancangan ilmu social yang subjektivis maka peneliti akan berpegang pada hal-hal berikut, yaitu:
a.    Nominalisme, yaitu kepercayaan bahwa realitas itu ada di dalam pikiran atau hasil kesadaran seseorang.
b.    Antipositivisme, yaitu pengetahuan mengenai realitas itu tidak kasat mata, subjektif, spiritual, transenden dan tidak dapat dikumpulkan atau disalurkan, tetapi harus dialami.
c.    Voluntarisme yaitu orang bebas dari menjalankan peran proaktif atau peran pengendali dalam membentuk lingkungan atau realitasnya sendiri.
d.    Metode Ideografik, yaitu metode penyelidikan gejala dengan memperhatikan bagaimana orang secara aktif membentuk, mengubah, dan memahami dunia tempat mereka hidup. Penyelidikan dilakukan dengan masuk ke dalam situasi kehidupan mereka sehari-hari, lalu menganalisisnya untuk menghasilkan pernyataan yang subjektif.
Bila penelitian teologi mengikuti ancangan ilmu social yang objektivis maka peneliti akan berpegang pada hal-hal berikut, yaitu:

a.    Realisme, yaitu kepercayaan bahwa realitas itu berada di luar seseorang
b.    Positivisme, yaitu kepercayaan bahwa pengetahuan mengenai realitas itu keras, kasat mata, nyata/konkret.
c.    Determinisme, yaitu kepercayaan bahwa orang adalah produk lingkungan dan keadaan sekitarnya
d.    Metode Nometetik, yaitu metode sains untuk menguji hipotesis sesuai dengan persyaratan ilmiah yang ketat.
Ancangan mana yang harus diikuti peneliti teologi, apakah subjektivis, objektivis, atau kedua-duanya? Ada teolog yang memakai positivis dan ada pula post-positivis.

Objek penelitian teologi
Ada yang menyatakan bahwa objek penelitian ilmu-ilmu social dengan ilmu teologi tidak sama, dan ada pula yang menyatakan sama. Ada yang menyatakan bahwa objek penelitian teologi itu bukan Allah, melainkan pengalaman manusia mengenai Allah. Ada yang menyatakan bahwa objek material penelitian teologi dan ilmu-ilmu social itu sama, tetapi objek formanya (sudut pandang) berbeda.Objek material penelitian teologi dapat sama dengan objek penelitian ilmu sastra dan sejarah, misalnya dokumen-dokumen dan peninggalan-peninggalan. Peneliti ilmu social mepenjelasannelitinya dalam sudut pandang sejarah dunia tetapi peneliti teologi menelitinya dalam sudut pandang/tinjauan ketuhanan dan keagamaan atau tinjauan teologis. Objek material penelitian ilmu kemanusiaan, yaitu manusia diteliti dari sudut pandang psikologi atau sosiologi tetapi Teologi dapat meneliti dari aspek tinjauan teologis tentang manusia.

Fungsi Penelitian Menurut Positivis
Penelitian berfungsi menyediakan prinsip-prinsip umum, menetapkan fakta, meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan atau menafsirkan dengan lebih baik, memecahkan masalah yang membingungkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya tidak terjawab, serta menyediakan teori. Dengan kata lain, penelitian menyediakan pengetahuan mengenai bidang tertentu berupa penjelasan yang dapat meningkatkan praktik yang terkait.

Fungsi Penelitian Menurut Post-Positivis
Penelitian berfungsi menyediakan kebenaran yang tepat, menyediakan informasi yang autentik

2.    Ancangan dan rancangan penelitian
Pada dasarnya ada dua ancangan penelitian yang dapat dipilih, yaitu ancangan positivis (ancangan kuantitatif) dan post-positivis (ancangan kualitatif)
3.    Penelitian Eksperimental dan kuasi-eksperimental adalah penelitian yang menggunakan eksperimen dan kuasi eksperimen yang didalamnya terdapat variable bebas dan terikat. Ciri-ciri penelitian eksperimental:peneliti dapat mengubah sendiri tingkatan sebuah variable, Variabel sengaja dibuat berbeda-beda, ada variable pengaruh atau variable bebas dan ada variable terikat. Ada treatment yaitu tindakan mengubah variable bebas. Dalam eksperimen, kelompok subjek eksperimen yang menerima treatment dibandingkan dengan kelompok lain yang sebanding, tetapi tidak mendapat treatment. Kelompok yang terakhir itu dinamakan kelompok pengendali (pengawas)
4.    Penelitian Kuantitatif bukan Eksperimental meliputi penelitian survey, penelitian pengamatan sistematik, Analisis Isi/penelitian pengamatan, penelitian kausal komparatif, penelitian korelasional, penelitian untuk prakiraan, penelitian evaluasi, penelitian dan pengembangan
5.    Penelitian Kualitatif Bukan Eksperimental seperti: Grounded Theory, etnografi, Fenomenologi, studi kasus, Hermeneutik, Riset Teologi Biblika (teologi eksegesis dan kajian Alkitab). Riset Teologi Biblika dengan metode riset sbb: Penerjemahan, Kritik Teks, Kritik Sumber, Kritik Bentuk, Kritik Redaksi, Kritik Retorik, Strukturalisme, Kritik Tanggapan pembaca, Kritik Dekonstruktif, Kritik Femenisme, Kritik Sosial, dll.
6.    Penelitian Kesejarahan yaitu penelitian yang berkait dengan makna terdalam dan saling berhubungan antara peristiwa-peristiwa lampau dan suatu masalah.

Sumber: Andreas B. Subagyo, Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan, Bandung : Kalam Hidup, 2004

SILAHKAN KOMMENT YA GAIS
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Sunday, May 20, 2018

Lirik Lagu BIDAN Jacky Putirulan

Lirik Lagu BIDAN - Jacky Putirulan
Judul lagu Bidan
Ciptaan Jacky Putirulan
Penyanyi Jacky Putirulan


Taringat aku tarngat
De'e kao mao man aku
Tapi ku tolak cinta nyu
Jukut aku bai' ka' kao

Ampeatn aku ngarasa
Tiba tiba ku cinta kao
Manyasal ati ku nian
Ngahe ku tolak cinta nyu

Reff
Kade' ku bisa mutaratn waktu
Saat kao mao man aku
Tapi ampeatn udah terlambat
Kao bidan bini dangan

Ari pun baganti ari
(Tah ngahe ku nana' namu)
Nang dara nang lea kao
(Nang narima kakurangan ku)
Tele' lah aku ampeatn
(Babaro idup manyasal
Rasanya ina' picaya
Ngahe ku tolak cinta nyu

Reff
Kade' ku bisa mutaratn waktu
Saat kao mao man aku
Tapi ampeatn udah terlambat
Kao bidan bini dangan

Ku arap kao bahagia
Dikehidupa nang barahu
Man ia nang milih kao
Ngahe ku tolak cinta nyu
Ngahe ku tolak cinta nyu

Reff
Kade' ku bisa mutaratn waktu
Saat kao mao man aku
Tapi ampeatn udah terlambat
Kao bidan bini dangan

Oooooooo

Reff
Kade' ku bisa mutaratn waktu
Saat kao mao man aku
Tapi ampeatn udah terlambat
Kao bidan bini dangan

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net